Rabu, 30 April 2014

Boost Your Brain Power

Buku ini ditulis oleh Dr. Bill Lucas (seorang ahli yang terkenal dalam pembelajaran skala internasional dan juga seorang Direktur Talent Foundation, pengisi sejumlah acara TV & radio. Dia telah menulis lebih dari 40 buku), jika Anda mau membeli buku ini bisa mengklik Amazon.com

Buku ini memaparkan tentang potensi otak manusia secara ilmiah dimana otak manusia mengandung 1 trilyun sel otak termasuk 100 milyar sel saraf aktif dan 900 miliar sel lain yang merekatkan, memelihara & menyelubungi sel saraf aktif. Setiap 1 dari 100 milyar tersebut dapat tumbuh bercabang hingga sebanyak 20.000 cabang. Cabang yang seperti sebuah pohon ini menyimpan informasi.


Sel otak aktif mampu membentuk koneksi dengan kecepatan yang luar biasa yaitu 3 miliar perdetik. Anda telah dilahirkan menjadi orang yang hebat, orang yang luar biasa. Anda sebenarnya adalah orang yang cerdas, pintar dan berpotensi. Dengan menggunakan metode yang tepat, Anda dapat menjadi orang yang jauh lebih baik dari pada Anda saat ini.

Dalam buku ini bercerita tentang :
* Latihan dan senam otak yang lengkap
* Menjelaskan cara belajar yang lebih baik dan mendapatkan ide cemerlang saat Anda memerlukannya
* Membahas seputar konsentrasi dan komunikasi
* Kemampuan mengatasi masalah, ingatan & proses kejiwaan secara ilmiah
* Memuat saran para ahli untuk menjaga kesehatan dan keaktifan otak Anda sehingga siap menghadapi tantangan apapun.

Dihalaman awal buku ini tertulis tentang fakta bahwa selama ratusan tahun anak-anak terus diajarkan 3R; Reading, wRiting dan aRithmetic. Tapi ketiga kemampuan itu tidak menjamin anak dapat mengatasi tantangan kompleks di abad ini. Maka dalam buku ini dipaparkan tentang alternatif pembelajaran untuk memaksimalkan potensi otak yaitu 5 R; resourcefulness, resilience, remembering, reflectiveness & responsiveness.

Memaksimalkan Potensi Otak (5R)
* Resourcefulness = pelaksanaan sejumlah teknik secara lengkap dalam setiap situasi
* Resilience = kemampuan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan saat pikiran Anda buntu
* Remembering = kemampuan untuk untuk mengaplikasikan apa yang telah dipelajari sebelumnya dalam situasi yang baru
* Reflectiveness = mengambil pelajaran dari kehidupan sekitar
* Responsiveness = pelaksanaan dari apa yang telah dipelajari, perubahan dan adaptasi

Kunci untuk menyadari potensi ini terletak pada diri Anda sendiri : Anda harus memiliki keinginan untuk maju dan bersiap-siap menyediakan waktu dan melakukan usaha untuk kemajuan tersebut.

Bagian 1 : Cara Kerja Otak
1. Berbagai tipe kecerdasan
2. Gaya belajar
3. Proses belajar
4. Menggunakan panca Indera
5. Menjaga kesehatan tubuh dan pikiran

Cara kita mengingat, mengkomunikasikan informasi dan perasaan kepada orang lain, mampu melaksanakan tugas / membuat keputusan yang tepat sangat tergantung pada kekuatan otak yang maksimal. Salah satu kunci untuk meningkatkan kemampuan berpikir adalah dengan memanfaatkan kekuatan sebanyak-banyaknya, mengenali dan mengatasi kelemahan Anda.

Langkah 1 : Berbagai Tipe Kecerdasan

1. Linguistik = Anda menyukai kata-kata dan cerita, permainan kata memicu ketertarikan Anda, pembaca antusias, memiliki perbendaharaan kata yang banyak & menyukai pembelajaran bahasa, suka menulis dan dapat mengingat daftar kata, bisa bercerita dengan baik.

2. Matematis (logis-matematis) = Anda berusaha memahami hubungan antara hal-hal yang berbeda, menyukai gambar, masalah-masalah abstrak, brain-teasers & puzzle, menghargai pola, kategori & sistem


3. Visual (spasial) = Anda tertarik pada warna, bentuk dan tekstur, menggunakan gambar untuk membantu mengingat banyak hal, diagram, peta & coretan saat membuat catatan, dapat menggambar, melukis atau memahat patung dengan baik

4. Kinestetis = Anda menyukai latihan fisik, olahraga, menari, cenderung berada paling depan dalam rapat/pesta, belajar dengan persiapan diri & membuat kemajuan dengan latihan / tugas

5. Musikal = Anda mudah beradaptasi dengan suara & irama, mungkin terbiasa menyanyi dan mendengarkan musik sejak usia dini, dapat mengingat lagu & melodi dengan baik, musik berpengaruh besar terhadap suasana hati Anda.

6. Emosional (Intrapersonal) = Anda cenderung merenungi diri sendiri dalam pencarian jati diri yang terus berlangsung, menulis diary yang berisi pengalaman, suasana hati dan pikiran, menikmati saat-saat berpikir dan merenung, memahami serta mengatur emosi dengan baik.

7. Sosial (Interpersonal) = Anda suka ditemani orang lain & berusaha memahami mereka, pesta pertemuan, permainan berkelompok dan aktivitas sosial menarik perhatian Anda, memiliki empati yang tinggi terhadap orang lain.

8. Enviromental (naturalis) = Anda tertarik pada alam & melihat segala hal dari sudut pandang alam & sangat suka binatang, memiliki perhatian pada lingkungan disekitar rumah baik yang ada didalam ataupun diluar

9. Spiritual = Anda sering melontarkan pertanyaan mendasar tentang eksistensi, cenderung sesuai dengan prinsip, mungkin menanyakan suatu aturan terkait suatu hal yang akan dilakukan, memegang keyakinan yang kuat dan siap menjalankannya.

10. Praktikal / Praktis = Anda adalah tipe pelaksana, sering dipanggil untuk memperbaiki atau menyusun sesuatu, memberi solusi ketika orang membicarakan tentang apa yang harus dilakukan tanpa banyak kata-kata Anda langsung melakukannya.

Nah itu adalah potensi kecerdasan secara ilmiah versi Barat, sedangkan dalam Islam landasan kecerdasan seorang muslim yaitu akidah Islam yang menjadi penggerak didalam kehidupan yang dijalaninya. Metode pembelajaran Islam yang murni mampu melahirkan para ahli agama sekaligus juga ahli dunia.

Kecerdasan dapat dirubah, meskipun tidak sehebat para profesor itu, Anda bisa meningkatkan kemampuan yang dimiliki saat ini jika Anda mau.

Proses Belajar
Pembelajaran terdiri dari 3 aspek : Model, strategi & indikasi. Gunakan pertanyaan dibawah ini untuk memandu Anda :
1. Apakah tujuan Anda?
2. Strategi apa yang sesuai dengan Anda? (latihan yang berulang-ulang? belajar dikelas/ dengan pelatih? belajar sendiri? atau berkelompok?)
3. Hal apa lagi yang Anda temui selama proses belajar berlangsung? (apakah metode yang tidak cocok untuk Anda? apakah Anda tertarik untuk mempelajari suatu pelajaran lebih jauh? apakah rasa percaya diri Anda bertambah?)

Menjaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran
Selain kondisi fisik, Anda perlu memikirkan kenyamanan Anda, apakah merasa cukup hangat? merasa cukup aman? merasa bahagia terhadap diri sendiri? jika tidak, maka pikiran Anda akan sulit untuk berpikir dengan baik.

Bagian 2 : POLA PIKIR
Langkah 6 : Pola Pikir
Langkah 7 : Setengah Penuh
Langkah 8 : Menghadapi rintangan
Langkah 9 : Mengubah Sikap
Langkah 10 : Situasi yang lebih buruk
Langkah 11 :Kesiapan, Strategi, evaluasi

Untuk mengoptimalkan pikiran, Anda harus memiliki pola pikir yang benar. Pada bagian ini Anda akan belajar cara mengontrol emosi agar menjadi fokus, ahli & bahagia dalam setiap hal yang Anda lakukan. Jika Anda berhasil merubah pola pikir, maka kehidupan Anda dapat berubah dari hari kehari. Anda akan menyadari bahwa suasana paling kondusif agar pikiran Anda bekerja dengan baik yaitu saat siap & rileks.

Siap dan Rileks
Profesor psikiatri & psiko terapi dari Bulgaria Dr. George Lazannov mengemukakan pada 1960-an bahwa seseorang harus berada dalam kondisi siap jika ingin mudah belajar dan tidak terganggu/ tertekan, singkatnya Anda harus bisa memusatkan perhatian saat dibutuhkan.


Latihan : 1 Membuat tubuh rileks (dalam Islam cukup sederhana agar rileks yaitu Shalat) sedangkan untuk membentuk pola pikir positif adalah mengubah paradigma 'tidak bisa' menjadi 'bisa', jadikan masalah sebagai tantangan, pikirkan cara alternatif

Langkah 8 :Menghadapi rintangan
Semakin Anda mengetahui cara kerja otak, maka semakin dalam kesadaran kita bahwa pikiran dan perasaan sangat erat kaitannya. Rintangan emosional yang paling umum dapat dikaitkan dengan masalah kultural, struktural & personal. Kultural meliputi tekanan teman sebaya, pengasingan, kurang pengalaman/ perilaku yang disebabkan usia/gender. Rintangan struktural disebabkan paksaan seperti kurang waktu dan uang. Rintangan personal meliputi perasaan negatif dalam pergaulan seperti kurang percaya diri / kurang termotivasi.

Langkah 9 : Mengubah Sikap
Terdapat sejumlah sikap negatif yang bisa membuat otak Anda tidak bekerja efektif dan kreatif juga sikap yang membuat orang-orang disekitar Anda menderita, sikap yang paling umum dijumpai adalah pengingkaran : berpura-pura tidak bertanggungjawab dengan apa yang telah dilakukan, menyalahkan orang lain, mencari-cari kesalahan dalam diri orang lain dari pada mencarinya dalam diri sendiri, mengkritik, terlalu cepat mengganggap orang lain salah.


Langkah 10 : Situasi yang lebih buruk
Seorang ahli kejiwaan asal Rusia, Lev Vygotsky pada tahun 1920-an & 1930-an mengemukakan ide zone of proximal development (zona perkembangan terdekat). Orang yang melatih otaknya selalu berusaha pindah dari zona nyaman menuju zona pendewasaan, karena selalu ada tantangan yang lebih banyak dari pada berdiam diri di zona nyaman. Membuat kesalahan dan belajar dari kesalahan adalah komponen yang sangat penting untuk perkembangan mental.


Langkah 11 : Kesiapan, Strategi, evaluasi
Bagian dari kemampuan menggunakan pikiran dengan efektif yaitu bisa membaca suasana hati. Kenalilah saat-saat diri Anda tertekan, marah/ membela diri, dengan begitu Anda dapat mengendalikan emosi negatif tersebut lebih awal sehingga saat harus memikirkan sesuatu Anda berada dalam kondisi yang siap.


Bagian 3 : Kebiasaan Yang Berguna
Langkah 12 : Konsentrasi

Langkah 13 : Giat Berlatih

Langkah 14 : Soft Focus

Langkah 15 : Berhenti Sejanak

Langkah 16 : Evaluasi

Langkah 17 : Kesalahan ada baiknya

Langkah 18 : Menunda penilaian

Langkah 12 : Konsentrasi
1. Hilangkan gangguan & kekacauan
2. Pusatkan perhatian

Langkah 13 : Giat Berlatih
Semua orang bisa menjadi ahli jika mereka siap dan berada pada waktu yang tepat. Terdapat 3 wilayah utama yang sebaiknya Anda latih agar dapat berintegrasi dengan sesuatu yaitu memahami diri sendiri, menghadapi kesulitan dan mengatasi ketidakpastian

Konsentrasi

Disini akan dibahas tentang kebiasaan penting : berkonsentrasi, menjadi lebih kuat, pentingnya perenungan dan betapa 'cerdas'nya jika kita menunggu kesempatan & bersabar. Sebagaimana pentingnya pikiran rileks & motivasi tinggi, begitu pun dengan berkonsentrasi. Konsentrasi sangat penting untuk memperkuat mental karena pikiran pun memiliki keinginannya sendiri! Betapa 'tertariknya' pikiran itu terhadap semua yang terjadi & mereka saling terkait dengan hebatnya -yang terkadang muncul dalam pikiran terdalam & bawah sadar kita- sehingga kita kesulitan untuk memikirkan keinginan yang harus diutamakan.

Terdapat 2 tahap untuk berkonsentrasi :
1. Hilangkan gangguan & kekacauan (ini membutuhkan disiplin & manajemen waktu). Sebagian orang merasa lebih tenang dan siap pada waktu pagi (dini hari) jika kenyataan ini berlaku juga pada Anda, gunakanlah waktu pagi ini untuk melakukan 'kerja pikiran'. Pikiran terlalu mudah terganggu secangkir kopi maka dari itu katakanlah pada diri sendiri sebelum memulai aktivitas pekerjaan bahwa Anda akan istirahat, katakanlah 30 menit. Biasakanlah untuk mengurangi aktivitas menganggu seperti menelpon tanpa tujuan. Disiplin ini akan membantu Anda memanfaatkan waktu paling produktif & efektif
2.  Pusatkan Perhatian

Langkah 13 : Giat Berlatih
"Practice makes perfect". Setelah melakukan penelitian selama bertahun-tahun Dr K. Anders Ericson dari Swedia mengajukan ide yang disebut 'aturan 10 tahun'. Dibutuhkan waktu 10 tahun untuk berlatih keras sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Hampir semua orang bisa menjadi ahli jika mereka siap & berada pada waktu yang tepat.

Terdapat 3 wilayah utama yang sebaiknya Anda latih agar dapat berintegrasi dengan sesuatu yaitu memahami diri sendiri, menghadapi kesulitan dan mengatasi ketidakpastian.

Memahami Diri Sendiri
Anda harus fokus pada hal-hal yang memotivasi diri untuk belajar. Kita semua memiliki motivasi yang berbeda. Rasa ingin tahu, mimpi mendapatkan pekerjaan baru, kualitas hidup yang lebih baik, meningkatkan rasa percaya diri, keinginan untuk melatih otak Anda -semua itu mungkin menjadi motivasi tetapi semua itu pun termasuk konsep yang relatif abstrak-

Penting untuk diingat bahwa cara kerja otak kita sama seperti cara kerja tubuh. setelah 5 menit/ lebih kita melakukan latihan berat, kita pasti merasa lelah. Tapi jika Anda terus melanjutkan latihan perlahan-lahan maka Anda akan mulai merasa fit. Jadi semakin sering Anda melatih otot dan meneruskan latihan saat keadaan bertambah sulit, maka otak Anda akan bekerja semakin fit.

Menghadapi Kesulitan 
Saat menghadapi kesulitan, ada bagusnya Anda menggunakan kekuatan & gaya belajar yang disukai. Terkadang sebuah tugas tampak berat & menekan karena Anda tidak tahu harus mulai dari mana. Cara paling sederhana & paling efektif untuk menghadapi masalah besar (tantangan yang sulit): membaginya kedalam bagian-bagian kecil yang lebih mudah diatasi. Dengan begitu Anda akan termotivasi untuk berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan bagian-bagian kecil dari masalah itu. Pada akhirnya cara seperti itu membuat Anda semakin dekat pada tujuan & menambah peluang untuk sukses.

Dua kesulitan yang paling sering ditemui adalah hambatan mental & kekurangan stamina, cara diatas akan membantu Anda mengenali & mengatasi rintangan untuk tetap bertahan.

Latihan : Tetap Kuat
Ketika Anda merasa ingin menyerah, cobalah mencari alasannya.
- Apakah itu alasan emosional?
- Apakah itu alasan menyangkut hal-hal teknis?
- Apakah karena orang?
- Apakah menyangkut fisik?

Luangkan sedikit waktu untuk mencari alasan. Komputer yang rusak bisa jadi membuat Anda marah tapi jika masalah sebenarnya adalah masalah teknis, maka yang dibutuhkan adalah solusi praktis dimana emosi tidak perlu ikut campur!

Ketika Anda susah menemukan alasannya, cobalah satu atau lebih cara dibawah ini :
1. Jika Anda pernah mengalami kebuntuan seperti ini sebelumnya, maka pikirkan kembali cara apa yang telah Anda tempuh untuk mengatasinya? perhatikan apakah cara itu tepat saat ini?
2. Buatlah daftar semua cara yang bisa Anda lakukan dan pilihlah salah satu cara yang belum Anda coba sebelumnya.
3. Carilah nasehat; hubungi teman, dll
4. Cobalah untuk memvisualisasikan perasaan, gambarkan seberapa senang perasaan Anda setelah berhasil menyelesaikan sesuatu apapun itu.
5. Atasi kelelahan, lakukan beberapa peregangan otot-otot / tidurlah lebih awal.

Langkah 14 : Soft Focus
Salah satu masalah dalam otak kita adalah ia terlalu hebat. Setiap kali masalah muncul, otak kita hampir selalu memiliki jalan keluarnya. Jika Anda selalu berpikir terburu-buru mungkin otak Anda mengambil 'jalan keluar' / respon yang mudah. Tapi jika Anda membiasakan diri meluangkan waktu untuk merenungkan sesuatu maka otak akan memberikan jawaban yang menarik, kreatif & berbeda -sesuatu diluar kebiasaan-

Latihan 15 : Berhenti Sejenak
Ketika perasaan semakin sering ikut campur maka ia akan mempengaruhi Anda dalam berpikir. Ketika semuanya menjadi sangat sulit & Anda tidak bisa berkonsentrasi, Anda dapat 'menekan tombol pause' luangkan waktu untuk pergi keluar -berjalan-jalan disekitar rumah dan kembali pada pekerjaan Anda dengan energi yang baru-

Anda akan menyadari bahwa tombol pause merupakan cara yang bagus untuk menghindari situasi negatif yang tidak penting yang dapat melemahkan energi Anda dengan mudah.

Langkah 16 : Evaluasi
Jika Anda tidak dapat memikirkan berbagai peristiwa & mengevaluasinya, maka Anda akan kesulitan utnuk berkembang. Perenungan adalah kunci untuk mengambil makna dalam hidup ini. Hidup + perenungan = pembelajaran. Otak sangatlah teratur sampai-sampai Anda tidak menyadari respon yang dibuat olehnya. Meskipun kita belajar sepanjang waktu, terkadang kita kesulitan untuk memahami apa yang kita pelajari dan bagaimana mengaplikasikannya.

Langkah : Catatan Pembelajaran
Catatan pembelajaran adalah metode sederhana untuk merekam apa yang terjadi pada Anda, kesimpulan yang Anda buat dan konsekuensi apa yang bisa dilakukan, ini semacam diary dengan 3 kolom didalamnya yaitu tentang 'apa yang telah terjadi & kapan terjadinya', 'point-point pentingnya' dan 'konsekuensi yang harus dilakukan'

Langkah 17 : Kesalahan Ada Baiknya
Kesalahan adalah bahan mentah untuk pembelajaran, untuk merespon kesalahan dengan baik, Anda harus bisa mengenali kesalahan itu, merenungkannya dan kemudian mengatur apa yang akan Anda lakukan selanjutnya. Jika Anda dapat melakukannya terus menerus maka kesalahan akan mulai memiliki nilai untuk Anda. Agar kreativitas meningkat, Anda harus mengambil resiko dan mencoba banyak hal.

Latihan 1 : Belajar Dari Kesalahan
Jika Anda membuat kesalahan lagi, cobalah rumus LEARN yaitu :
Listen : Dengarkanlah orang-orang disekitar Anda, cobalah untuk tidak membela diri dan lihatlah diri Anda seperti orang lain melihat Anda.
Evaluate : Evaluasilah apa yang telah terjadi, mengapa kesalahan bisa terjadi? Hal lain apa yang telah Anda lakukan?
Acknowledge : Akui kesalahan Anda, memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan adalah bukti kekuatan.
Remember : Ingatlah apa yang telah Anda lakukan, jika Anda melakukan usaha yang sadar untuk mengingat kesalahan, maka kecil kemungkinan Anda akan mengulanginya.
Never Blame : Jangan pernah menyalahkan orang lain, sebaliknya cobalah memikirkan tindakan Anda selanjutnya.

Latihan 2 : Belajar dari Kesuksesan
Anda tidak hanya belajar dari kesalahan, Anda juga dapat belajar dari kesuksesan. Jadi biasakanlah memperhatikan pengalaman baik, tanya pendapat orang, tanya respon sekitar Anda untuk membantu mengenali faktor umum pemicu kesuksesan & membuat Anda waspada terhadap pengalaman buruk.

Langkah 18 : Menunda Penilaian
Dibutuhkan waktu untuk mengatasi masalah yang berat untuk mendapatkan solusi yang efektif Anda harus menunggu & mengevaluasi keadaan yang ada. Berpikirlah sejenak tentang masalah yang sedang terjadi, dapatkah Anda memilirkan situasi dimana Anda diuntungkan karena menunda penilaian? Mungkin Anda pernah mendengarkan pendapat orang lain & Anda terlalu cepat menimpali? atau saat Anda terburu-buru menolak pendapat orang lain?

Pernahkah Anda menganggap sesuatu tidak penting yang ternyata (setelah dipikir-pikir) justru sangat penting untuk hidup Anda? atau saat segalanya terasa sulit & Anda membuat keputusan yang emosional & kemudian disesali? Adalah ide yang cerdas untuk menunda penilaian saat bekerja dengan orang lain untuk mendapatkan ide baru, karena 3 alasan :
1. Jika Anda memotong pembicaraan terlalu cepat, terutama dengan sebuah kritikan, Anda akan membuat si pemberi ide merasa dipermalukan. Hal ini dapat menimbulkan permusuhan/ menyebabkan orang itu mundur dari diskusi yang sedang berlangsung.
2. Muncul dengan ide baru berarti dinamis, proses yang terus menerus, ide melahirkan ide.
3. Jika Anda bersungguh-sungguh untuk mengembangkan pikiran, maka Anda harus memiliki kepribadian yang diperlukan untuk proses pengembangan itu. Orang yang tidak pernah merenung & mempertimbangkan akan sulit untuk melaluinya!

Latihan : Bermain Waiting Game
Anda akan lebih baik saat harus menunda penilaian dengan berlatih seolah-olah berada dalam situasi yang rumit. Bayangkan Anda diberi pertanyaan-pertanyaan dibawah ini, apakah jawaban spontan Anda? Apakah jawaban hasil perenungan Anda? Adakah perbedaan antara keduanya?
1. Sebutkan 3 permintaan yang paling Anda inginkan!
2. Sebutkan 3 orang yang paling penting dalam hidup Anda!
3. Sebutkan satu-satunya tempat di Bumi yang paling ingin Anda kunjungi?
4. Apakah hal yang sangat Anda yakini sehingga anda rela mati untuk itu?
5. Jika Anda memiliki kesempatan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, apakah pekerjaan itu & sebutkan alasannya!
6. JIka Anda adalah orang paling kuat di dunia, apa yang akan Anda lakukan untuk menghentikan peperangan?

Saat ini, manakah masalah yang memerlukan porsi besar untuk dipikirkan oleh Anda? apakah terdapat pola didalamnya? Apakah berkaitan dengan orang, lingkungan situasi/ hal lainnya?

Bagian 4 : Teknik Yang Berguna

Langkah 19 : Gambaran Besar, Gambaran kecil
Langkah 20 : Membuat Pertanyaan Yang Bagus
Langkah 21 : Menemukan Akar Masalah
Langkah 22 : Visualisasi
Langkah 23 : Menggunakan Intuisi 
Langkah 24 : Melihat dari Perspektif Berbeda
Langkah 25 : Peta PIkiran
Langkah 26 : Mendapatkan Kejelasan
Langkah 27 :Pengalaman & transfer ilmu pengetahuan.

Pada bagian ini akan dipelajari beberapa teknik yang sangat berharga untuk membantu memaksimalkan kekuatan otak. Teknik tersebut tidak akan membuat Anda menjadi ahli dalam sekejap. Anda harus berusaha mendapatkan keahlian ini dengan berlatih & mengaplikasikannya dalam berbagai situasi. Hasilnya tanpa diragukan lagi Anda akan hidup penuh percaya diri & sukses.

Yang berbahaya dari otak kita adalah ia terlalu sering tergantung pada apa yang telah dilakukan sebelumnya. Jika pengetahuan Anda sempit, maka Anda akan kewalahan.

Langkah 19 : Gambaran Besar, Gambaran Kecil
- Membuat bagian-bagin kecil (chuncking)
- Mendapatkan Gambaran Besar : Memecah proyek besar ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil sangatlah efektif.

Langkah 20 : Membuat Pertanyaan Yang Bagus
"Nilailah seseorang dari pertanyaannya, bukan dari jawabannya" Voltaire (1694-1778)
- Mengajukan pertanyaan yang tepat dapat membantu Anda menentukan inti permasalahan.
- Pertanyaan yang lebih menantang memerlukan jawaban yang berisi interpretasi & hasil pemikiran

Langkah 21 : Menemukan Akar Masalah
Orang yang cerdas adalah yang dapat mengenali akar masalah kemudian mendapatkan solusi dari masalah itu. Jika Anda dapat mengenali permasalahan sebenarnya dalam kondisi apapun, maka Anda tidak akan membuang waktu dengan mengeluhkan hal yang salah dan Anda lebih siap dengan solusi yang ampuh.

Langkah 24 : Melihat dari Perspektif Berbeda
Kita Semua terjebak dalam kebiasaan, tidak hanya dalam hal pola tingkah laku, tapi juga pola pikir.  Edward De Bono (1960-an) menyatakan bahwa untuk mendapatkan ide baru & solusi permasalahan kita perlu berpikir dengan perspektif yang berbeda. 'Berpikir Lateral = Melihat masalah sebagai sebuah peluang & menciptakan ide yang lebih original & brilian'. Berpikir lateral sangat berguna untuk membuat konsep baru. Masalah adalah peluang untuk menciptakan Ide yang lebih original & brilian.

Latihan Berpikir Lateral
Latihan berpikir lateral berisi Plus, Minus, Interesting (keuntungan) ini ditemukan oleh Edward De Bono & secara luas digunakan diseluruh dunia. Cara ini membantu Anda mengelompokkan ide-ide & pikiran sehingga Anda mempertimbangkan dua sisi dari sesuatu. Dengan begitu Anda melihat masalah dengan pikiran terbuka sehingga menghasilkan solusi yang kreatif.
1. Buatlah 3 kolom dalam buku catatan dan namai ketiga kolom itu dengan Plus, Minus & Interesting
2. Pilihlah satu ide/ masalah. Bisa masalah teoritis, politik/ lingkungan (misalnya kemacetan dijalan)/ dilema pribadi
3. Pikirkan sisi positifnya (orang senang mengendarai mobil) kemudian sisi negatifnya (mobil menimbulkan kemacetan, kecelakaan dan polusi) & keuntungan -interesting- (kemacetan lebih sering terjadi saat sekolah berlangsung)
4. Lihat kembali daftar Anda, point-point yang Anda buat dibawah 2 kolom pertama (kolom positfi & negatif) akan nampak bertentangan. Anda mungkin menemukan 'bibit-bibit' ide brilian dari kolom keuntungan (mungkin sekolah bisa dimulai setelahnya/sebaliknya)

Langkah 25 : Peta Pikiran
Peta Pikiran ditemukan oleh Tony Buzan di tahun 1960-an, Peta pikiran adalah cara visual yang efektif & 'penuh warna' untuk merenungkan isi pikiran Anda di atas sebuah kertas. Peta Pikiran ini merupakan teknik pembelajaran yang sangat efektif karena membuat Anda :
- Berhenti berpikir linier
- Menghilangkan kejenuhan dalam menulis
- Memulai daftar ide
 
Latihan : Membuat Peta Pikiran Sendiri
Peta Pikiran sepertinya lebih tepat bagi yang lebih mudah 'berinteraksi' dengan gambar dibandingkan kata-kata. Tapi sebenarnya ia sangat berguna bagi siapapun yang ingin memaksimalkan potensi otaknya. Tentu saja diperlukan waktu untuk mempelajari & berlatih membuatnya. Buatlah peta pikiran Anda sendiri dengan mengikuti petunjuk berikut :
1. Siapkan selembar kertas besar & beberapa ballpoint warna
2. Pilihlah satu subjek -bisa topik apa saja yang ingin Anda pelajari lebih jauh, proyek yang sedang dijalankan/masalah pribadi yang harus diselesaikan-
3. Mulailah menulis kata kunci/ membuat gambar dibagian tengah kertas & kembangkanlah hal tersebut
4. Buatlah garis yang berasal dari bagian tengah, seperti cabang & akar dari pohon, untuk pikiran-pikiran utama, ide/tema. Tandai setiap cabang utama dengan gambar & kata-kata (gunakan sedikit kata sebisa mungkin)
5. Gunakan warna berbeda untuk setiap cabang utama
6. Gunakan sub cabang untuk ide yang masih terkait
7. Gunakan tanda panah/ alat bantu visual lain untuk menunjukkan kaitan diantara bagian-bagian yang ada.
8. Jangan terjebak disatu cabang, jika Anda kesulitan disatu bagian pindahlah ke bagian lain
9. Perluas peta pikiran Anda, jangan terpaku pada satu pemikiran.
10. Lihat kembali peta pikiran Anda, apakah point-point penting dari topik yang Anda ambil sudah tergambar jelas? Dan apakah dengan membuat peta pikiran membantu Anda menyimpannya dalam memori?

contohnya bisa dilihat gambar dibawah ini : 


Langkah 26 : Mendapatkan kejelasan

Didunia yang kompleks saat ini, seringkali kita kesulitan menentukan hal yang penting. Kita berkutat dengan data, dihadapkan pada setumpuk masalah & pilihan-pilihan yang sulit. Dalam bentuk komunikasi tertulis, seringkali ceroboh & salah arti. Apakah cara terbaik kita untuk mendapatkan kejelasan? Rumusnya adalah ABCED!
A (Analyze)
B (Break it down) : Memecah masalah baik, buruk & hal yang bisa aku jalani (bikin SWOT)
C (Criticize Your Emerging Thinking) : 5W + 1H
D (Describe be What You Are Thinking): banyak orang berpendapat bahwa menulis / berbicara membantu memulai proses klarifikasi, jika Anda dapat menggambarkan sesuatu secara akurat pada orang lain, maka diri Anda sendiri pun akan mudah memahaminya.
E (Exclude the noise) -menghilangkan kepenatan-

Latihan Mendapatkan Kejelasan
Berlatihlah menggunakan rumus ABCDE untuk menyelesaikan masalah berat yang sedang Anda hadapi.
- Analisis : amatilah situasi yang terjadi, catatlah inti permasalahannya
- Pecahkan masalah : bagi masalah kedalam sub-sub kecil yang lebih mudah diselesaikan & lihatlah dari sudut pandang yang berbeda.
- Mengkritisi : peliharalah rasa ingin tahu Anda, ajukan pertanyaan penuh selidik sebanyak-banyaknya & mintalah pendapat orang lain juga.
- Menggambarkan : Jika Anda tidak dapat menggambarkan permasalahan dalam satu kalimat yang jelas, mungkin Anda belum mendapatkan kejelasan, jadi maju terus!
- Mengabaikan : Abaikan keadaan sekeliling. Jangan sampai Anda tidak fokus karena sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan masalah Anda -siap,rileks & konsentrasi-

Langkah 27 : Pengalaman & Transfer Ilmu Pengetahuan
Pengalaman adalah proses memahami

Melihat Pengalaman
Pengalaman didapatkan dari latihan teratur & pembelajaran. Mengenali apa yang Anda mau merupakan aset berharga & memberikan rasa percaya diri, jadi nyatakanlah keahlian Anda! Latihlah kemampuan Anda secara teratur! Mentransfer pengetahuan tentang pengalaman adalah masalah kompleks dan faktor yang sangat penting yaitu keluasan pengetahuan Anda. Anda harus cukup tahu tentang sesuatu sebelum Anda benar-benar dapat menggunakan pengetahuan itu secara efektif, berusahalah memperbanyak pengetahuan sebelum mengaplikasikannya pada hal apapun

Bagian 5 : MEMPERKUAT INGATAN
Langkah 28 : Proses Penyimpanan Ingatan
Langkah 29 : Menjaga Ingatan
Langkah 30 : Dimana, Kapan, Mengapa?
Langkah 31 : Siapa?
Langkah 32 : Apa?
Langkah 33 : Pengaruh Perasaan

Tanpa kemampuan untuk mengingat maka tidak akan ada pembelajaran, karena setelah Anda mempelajari sesuatu dengan cepat Anda akan melupakannya! Ingatan adalah masalah yang sangat kompleks & seperti sebuah gunung es, sebagian besar dari ingatan berada dibawah kesadaran kita, oleh karena itu, bagian ini berisi banyak teknik penting & berbagai latihan yang dapat Anda pelajari & aplikasikan dalam hidup Anda.

Langkah 28 : Proses Penyimpanan Ingatan
Semakin sering saraf otak terkoneksi satu sama lain, maka semakin besar kemungkinan ingatan akan tercipta. Ada 3 proses ketika kia mengingat yaitu membentuk informasi, menyimpannya & mengingatnya kembali. Setiap tahap ini dipengaruhi oleh emosi, kesehatan secara keseluruhan & tingkat keterlibatan Anda dengan sejumlah faktor lainnya yang belum kita pahami sepenuhnya.

Membentuk Sebuah Ingatan
Otak kita menangkap sebagian besar tindakan/ persepsi dengan cara yang cepat. Karena jika otak menyimpan hal-hal sepele -maka bisa dibayangkan keseluruhan sistem memori kita jadi tersumbat-
. Informasi yang penting akan ditransfer ke dalam ingatan jangka panjang.

Menyimpan Ingatan
Ingatan akan bertahan lama jika dilakukan pengulangan tapi kemampuan Anda untuk melakukan hal ini tergantung pada kemampuan mengingat tempat ingatan disimpan pertama kali. Mempelajari cara penyimpanan ingatan yaitu hal yang sangat penting untuk proses mengingat.

Proses Mengingat :
- Mengingat secara langsung
- Pengenalan
- Rekonstruksi
- Ingatan akan meningkat dengan latihan jadi berlatihlah secara teratur maka kesuksesan Anda akan meningkat

Langkah 29 : Menjaga Ingatan
Otak tidak merekam berbagai peristiwa secara lamban, informasi acak yang tidak bermakna sangat sulit untuk diingat. Tapi jika kita dapat menyusun kembali sejumlah peristiwa secara acak/ fakta-fakta ke dalam suatu pola kemudian kita menginderanya maka proses mengingat menjadi lebih mudah.

Kita pun menjaga informasi yang kita terima dengan lebih dari satu cara, misalnya mudah menuliskan sesuatu sambil megucapkannya keras-keras. Dan penelitian menunjukan bahwa kita lebih mudah mengingat gambar dari pada kata-kata, jadi menguatkan ingatan dengan gambar visual membantu menyimpannya dalam otak kita.

Emosi berperan dalam memperkuat ingatan, cobalah teknik berikut yang terkait dengan aturan dasar ingatan :
1. Kita cenderung mengingat hal yang pertama & terakhir. Bagilah waktu belajar kedalam beberapa sesi sehingga Anda memiliki banyak permulaan & akhir. Bagilah waktu rapat menjadi bagian-bagian pendek. Jika Anda ingin seseorang mengingat ucapan Anda, berbicaralah di awal/ diakhir! Usahakan untuk mengingat bagian pertengahan dari informasi yang akan diingat.
2. Ada baiknya melihat pola & hubungan. Carilah pola dalam semua hal yang Anda pelajari. Buatlah relasi/ pola dengan menggunakan mnemonics, atur ulang segala sesuatu..

To be continue...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar