Rabu, 30 April 2014

Meningkatkan Kesungguhan & Menguatkan Tekat Untuk Mencapai Tujuan

Rasulullah saw pernah bersabda : “Barangsiapa berniat untuk mengerjakan sebuah kebaikan, tetapi ia belum dapat melaksanakannya, maka Allah mencatat itu sebagai suatu kebaikan yang sempurna di Sisi-Nya” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim & Ahmad)

Terkadang, seorang mukmin menjadi unggul karena kesungguhannya yang tinggi sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya : “Satu Dirham telah mengalahkan 100.000 dirham. Mendengar hal itu, para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa 1 dirham mengalahkan 100.000 dirham?” Beliau menjawab, “Hal itu karena ada seorang lelaki yang hanya memiliki 2 dirham, kemudian ia mengambil salah satunya untuk disedekahkan. Sedangkan lelaki yang lain memiliki banyak harta kemudian ia hanya mengambil dari simpanannya yang melimpah itu sebanyak 100.000 dirham untuk disedekahkan” (Diriwayatkan oleh An-Nasa’i. Al-Albani menilainya sebagai hadits hasan dalam shahih Sunan an-nasa’I, hadits no 2671) 

Karakteristik Orang-Orang Yang Memiliki Kesungguhan Tinggi

Pertama : Orang yang memiliki kesungguhan tinggi itu tidak akan melemah atau hilang tekadnya. Allah Ta’ala berfirman : “…kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (Ali Imran : 159)
Oleh karena itu ketika Anda telah meletakkan sebuah tujuan di hadapan Anda, janganlah Anda meninggalkannya sampai Anda dapat mewujudkannya. Sekalipun untuk mewujudkannya Anda harus menghadapi berbagai macam kesulitan.

Kedua : Orang yang memiliki kesungguhan tinggi tidak akan rela jika tidak mendapatkan apa yang ditujunya. Tidak akan merasa senang kecuali jika ia melakukan hal-hal yang penting (dalam rangka mengejar tujuannya) dan tidak ada balasan yang dapat menyenangkannya selain surge. Oleh karena itu ketika Anda menjadikan surge sebagai tujuan maka janganlah sekali-kali Anda merasa senang kecuali jika Anda dapat mesuk kedalamnya walau bagaimanapun keadaannya.

Ketiga : orang yang memiliki kesungguhan tinggi akan mengorbankan jiwa dan segala apa yang berharga (miliknya) untuk mendapatkan tujuannya dan mewujudkan cita-citanya. Karena ia tahu bahwa kemuliaan itu tergantung pada penghalang-penghalang yang merintanginya dan sesungguhnya kebaikan tidak akan didapat kecuali dengan merasakan kesulitan dan tujuan tidak akan tercapai kecuali dengan melintasi jembatan keletihan. Bukti kesungguhan yang tinggi adalah upaya membangun kemandirian dan tidak bergantung pada orang lain. Jika Anda mengira bahwa situasi telah mengalahkan Anda maka ingatlah bahwa segala sesuatu itu akan terasa ringan jika dilakukan karena Allah Ta’ala sehingga Anda pun akan merasa ringan menghadapi berbagai kesulitan dan mampu mengatasinya.

Keempat : Orang yang memiliki kesungguhan tinggi itu merasa kuat, percaya diri, dan berani ketika melangkah menuju tujuan yang telah ditetapkannya. Tentunya, dengan berbekal ilmu dan hujjah yang nyata. Sehingga, ia pun bisa melalui berbagai hal yang menakutkan dan memandang ringan segala kesulitan. Allah Ta’ala berfirman : “Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha kea rah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik” (Al-Isra : 19)

Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa mengkhawatirkan serangan musuh, maka hendaklah ia berjalan pada awal malam dan barangsiapa berjalan pada awal malam, maka ia akan sampai pada tujuan. Ketahuilah sesungguhnya barang perniagaan Allah itu mahal! Dan ketahuilah sesungguhnya barang perniagaan Allah itu adalah surga!” Ia tak rela hanya duduk menunggu hingga ajal menjemput. Justru Ia akan berusaha agar lembaran hidupnya mempunyai arti.

Kelima : Orang yang memiliki kesungguhan tinggi itu senantiasa menyesal jika waktunya berlalu tapi tidak digunakan dengan sebaik-baiknya untuk berdzikir kepada Allah

Keenam : Orang yang memiliki kesungguhan tinggi itu menyadari bahwa jika usahanya belum juga membuahkan hasil, maka ia pun akan menambah kesungguhannya maka dari itu ia tidak rela hanya duduk menunggu hingga ajal menjemputnya. Akan tetapi ia akan berusaha ahar lembaran kehidupannya memiliki arti. Sesungguhnya kebaikan tidak akan didapat kecuali dengan mengecap kesulitan dan tujuan tidak akan dicapai kecuali dengan melintasi jembatan keletihan. Pernahkah Anda berpikir bahwa ketika Anda menghafal al-Qur’an maka Anda juga mampu membantu anak Anda dan yang lainnya untuk menghafal al-Qur’an? Jika Anda mampu, berarti Anda telah banyak membantu kehidupan orang lain. Sebagaimana Anda telah memenuhi rumah Anda dengan berbagai kebaikan.

Ketujuh : Orang yang memiliki kesungguhan tinggi tidak akan terbiasa dengan hal-hal yang bersifat fana dan tidak suka dengan kehidupan yang penuh dengan kepalsuan. Ia terus saja naik ke atas langit yang tinggi dan tidak berhenti naik sehingga sampai ke surga. Hal itu disebabkan oleh tujuannya yang amat besar dan cita-citanya yang amat tinggi.

Kedelapan : Orang yang memiliki kesungguhan tinggi itu berjiwa mulia. Ia mengetahui betapa tinggi harga dirinya tetapi ia berusaha untuk tidak bersikap sombong, ujub ataupun congkak. Karena jika seseorang mengetahui harga dirinya, maka ia akan menjaga dirinya dari hal-hal yang hina. Ia juga akan membersihkannya dari berbagai perkara yang sia-sia, baik tersembunyi maupun tampak. Serta, ia akan menjauhkan diri dari tempat-tempat nista dengan tidak membawa dirinya ke tempat-tempat yang tidak pantas atau tidak menempatkannya pada sesuatu yang tidak sesuai dengan harga dirinya. Dengan begitu, jiwanya akan tetap terjaga dengan baik, mulia, kuat, tidak rela dengan kekurangan dan tidak akan puas kecuali dengan mendapatkan apa yang diinginkan.

Kesembilan : orang yang memiliki kesungguhan tinggi itu mandiri, tidak bergantung pada orang lain. Ia membangun kemuliaannya dengan kehormatan dirinya. Ia tidak bersandar pada kemuliaan nasab dan tidak merasa kecil hati jika tidak memiliki kemuliaan nasab. Karena, kemuliaannya adalah kesungguhannya. Oleh karenanya, jika besarnya kesungguhan digabungkan dengan kemuliaan nasab, maka gabungan itu akan menjadi seperti ikatan yang tersimpul dengan baik dan indah. Maka dari itu jangan pernah merasa bangga bila Anda berasal dari rumah yang seluruh anggota keluarganya terdiri dari para syaikh, ulama, atau penghafal qur’an. Yang paling penting dari semua ini adalah kehendaknya Anda menjadi seorang penghafal al-Qur’an dan seorang yang berilmu tanpa perlu memandang apa yang dimiliki oleh keluargamu.

~artikel ini dikutip dari buku Kaifa Tahfadzh al-Qur’an al-Karim fi Syahr karya Ir. Amjad Qasim~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar