Rabu, 30 April 2014

Memotivasi Anak Yang Sakit Ketika Di Sekolah

Kemarin, ada siswa saya yang minta ijin meng sms Ibunya melalui Hp saya dan inilah percakapannya yang menurut saya bahasa Ibunya cukup mengesankan karena bisa membuat anaknya tenang :

Siswa : Asw. Ummi This "F"*. My tummy hurts really bad! What do I do? I want to go home.

Ibunya : Wa'alaykumussalaam wr wb. "F" try to be calm ok sweatheart! ASk ustadzah if she has medicated oil. I    think you need to break your fasting, so you can drink medicated oil. But before you drink it eat snack from school first. Trust me you will be fine, Insya ALlah. I'll pray for you.

Siswa : Okay. Thank you. But I dont feel like eating. I want to go home and rest.... I Feel weak and perih.

Ibunya : But first please do what I said, ok? We'll see.... if you are not getting better in 30 minute after eating snack n drinking medicated oil then I will ask Pa "G" ** to bring you home.

Siswa : Okay. So I break my fast? My tummy hurts like perih. I feel very cold like I want to curl into a ball. I feel weak. All I want to do is just rest.

Ibunya : But Please don't give up.... do my suggestion first and wait, because the distance between school and home is not close Say.... Pa "G" will need long time to get back to school.

Siswa : I already broke my fast and I already have my jacket on, but I stiil feel cold. Im going to ask for medicated oil.

Ibunya : Yes, just break your fast n eat something n drink medicated oil 3-5 drops n drink a lot water n take rest. Put on your jacket. Wait for 30-60 minutes. Then let me know what do you feel. Ok Say!

Karena medicated oilnya ga ada, maka saya memberi 2 tetes minyak tawon + 1/4 gelas air hangat dan mempersilahkannya untuk istirahat dan tiduran dan sekitar jam 2 an, F sudah tampak segar. Komunikasi memang sangat penting, termasuk melobi anak agar tetap kalem, contohnya ya murid saya yang satu ini. Tapi jika ada anak yang uring-uringan bisa jadi dia kurang bisa membahasakan apa yang dia inginkan sehingga yang bisa dilakukannya adalah dengan menampakkan emosi emosi tertentu seperti menangis atau marah. Anak yang naluri percaya dirinya rendah karena trauma ketika dia tidak nyaman atau merasa terluka, dia biasanya menangis. Tapi jika anak memiliku naluri percaya dirinya tinggi, ketika ada yang mengganggu atau melukai perasaannya, dia akan marah. Disinilah fungsi akal untuk mengendalikan naluri tersebut agar tidak lepas kendali.

~Sekian Curhat saya malam ini~

Catatan :
* = Huruf depan nama siswa saya
** = Driver

Tidak ada komentar:

Posting Komentar