Buku The Learning Revolution: To Change The Way The World Learns karya Gordon Dryden dan Dr. Jeannette Vos cukup menyenangkan untuk dibaca, berikut akan saya tulis intisari dari buku ini, selamat membaca.
Percaya
diri merupakan intisari rahasia belajar begitu juga program seharusnya
dirancang untuk sukses bukan untuk gagal maka ambillah pelajaran dari
orang-orang besar yang berhasil.
Konsentrasikan pada 6 hal yang sangat penting yaitu;
1. Keselamatan fisik (kebebasan dari bahaya fisik)
2. Keamanan emosi (ketiadaan intimidasi dan rasa takut)
3. Identitas (pertanyaan "Siapa Aku?")
4. Afiliasi (rasa memiliki)
5. Kompetensi (yakin mampu melakukan)
6. Misi (pemahaman bahwa hidup seseorang punya arti dan arah)
Jika Anda tidak mau menerima apapun kecuali yang terbaik, Anda akan sangat sering mendapatkannya dalam hidup -Somerset Maugham-
Pikiran
yang berkembang baik, gairah belajar yang tinggi dan kemampuan
memadukan pengetahuan dengan karya adalah kunci-kunci baru menuju masa
depan.
Sistem
yang ada melahirkan hasil yang ada, jika diinginkan hasil yang lain,
sistem harus diubah -Sir Christopher Ball dalam More Means Different,
laporan di Inggris tentang perluasan akses ke perguruan tinggi, terbitan
royal society for the encouragements-
Kebanyakan
orang gagal adalah orang yang tak menyadari betapa dekatnya mereka
ketitik sukses saat mereka memutuskan untuk menyerah -Thomas Edison-
Pengembangan
efektif kekuatan otak di suatu negara akan menentukan kesejahteraan
negara tersebut dimasa depan --STAN SHIH, Me- Too Is Not My Style
6 Kiat Mengajar dengan efektif;
1. Ciptakan 'Kondisi' yang benar (Orkestrakan
lingkungan, ciptakan suasana positif bagi guru dan murid, kukuhkan
& fokuskan, tentukan hasil & sasaran; Ambak, visualisasi
tujuan Anda, anggaplaj kesalahan sebagai umpan balik, pasanglah poster
disekeliling dinding).
2. Presentasi Yang benar
(Dapatkan gambar menyeluruh dulu termasuk karya wisata, gunakan semua
gaya belajar & semua ragam kecerdasan, gambarlah... buatlah
pemetaan pikiran, visualisasikan, gunakan konser musik aktif &
pasif)
3. Pikirkan (berpikirlah
kreatif, berpikir kritis-konseptual, analitis-reflektif, lakukan
pemecahan masalah secara kreatif, gunakan teknik memori tingkat tinggi
untuk menyimpan informasi secara permanen, berpikirlah tentang pikiran
Anda)
4. Ekspresikan (gunakan & praktikan, ciptakan permainan diskusi untuk melayani semua gaya belajar & semua ragam kecerdasan)
5. Praktikkan (gunakan di luar sekolah, lakukan, ubahlah murid menjadi guru, kombinasikan dengan pengetahuan yang sudah Anda miliki)
6. Monitor (Sadarilah apa yang Ada ketahui, evaluasilah diri, teman atau instruktur Anda, lakukan evaluasi berkala)
Pikiran
bukanlah sebuah wadah untuk diisi tapi api yang harus dinyalakan
-Plutarch Penulis biografi & esais, menulis hampir 3000 tahun
lalu-
karena
otak tak bisa memperhatikan semua hal, pelajaran yang tak menarik,
membosankan / tidak menggugah emosi pastilah tidak akan di ingat --
Launa Ellison, artikel dalam holistic education review, Musim gugur
1991-
Bergegaslah- Rencana Aksiku
1. Sasaran
2. Cek Ekologi (sumber daya apa yang aku miliki? Apa manfaatnya untuk ku? Apa untuk dunia ku?)
3. Komitmen (maukah Aku mengerahkan seluruh daya yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran?)
4. Aksi (langkah awal--> langkah selanjutnya--> Tindak lanjut)
5. Kendala
6. Monitor (Bagaimana aku memonitornya? Bagaimana aku melakukannya? Siapa yang bisa membimbingku?)
7. Dukungan (dukungan seperti apa yang aku butuhkan?)
8. Tinjaun (apa yang perlu aku sesuaikan untuk mencapai sasaranku?)
9.
Penilaian Diri (sampai seberapa jauh aku berhasil mencapai sasaran?)
-ini adalah sebuah daftar yang digunakan Jeannette Vos untuk membantu
murid menetapkan dan memfokuskan diri pada tujuan mereka-
Aset paling berharga (dalam belajar) yang Anda miliki adalah sikap positif -Bobbi Deporter, Quantum Learning-
Sekolah harus menjadi ajang kegiatan yang paling menyenangkan di setiap kota -Peter Kline- The Everyday Genius-
Poin-poin utama tentang gaya belajar;
* Setiap manusia memiliki gaya belajar yang unik, setiap manusia memiliki kekuatan tersendiri
* Gaya tersebut khas sebagaimana tanda tangan
* Tidak ada suatu gaya belajar yang lebih baik/ lebih buruk dari pada gaya belajar yang lain
* Semua kelompok-secara budaya, akademis, laki-laki, perempuan, meliputi semua gaya belajar
* Didalam setiap budaya, strata/ pengelompokan sosial-ekonomi terdapat banyak perbedaan sebagaimana perbedaan antar kelompok
ok, bersambung... karena saya baru segini bacanya :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar