Rabu, 30 April 2014

Pengobatan Tradisional & Modern



Apa yang akan Anda lakukan, bila terjadi hal-hal seperti ini : anak demam hingga kejang, anak tersebut ke dalam kolam hingga hampir tenggelam, Anda terjatuh saat membetulkan atap dan kaki Anda patah, bayi yang diare dan muntah/pasangan Anda tiba-tiba sesak nafas?

Ada begitu banyak hal yang bisa terjadi tanpa kita duga dalam hidup sehari-hari. Mungkin saja Anda telah mempersiapkan obat dan peralatan sebagai tindakan preventif dirumah. Tetapi karena kejadiannya begitu mendadak, Anda menjadi panik dan tidak bisa memikirkan tindakan yang tepat pada saat itu juga, padahal dengan penanganan yang tepat dan cepat, penderita bisa selamat dan sembuh kembali.

PENGOBATAN TRADISIONAL & KEPERCAYAAN UMUM DI INDONESIA
Pengobatan tradisional dan modern adalah saling melengkapi, kedua cara pengobatan itu bisa manjur dan cocok untuk jenis penyakit yang berbeda. Seharusnya para petugas kesehatan dan kader sehat sejauh mungkin menekankan kerja sama antara pengobatan tradisional dan modern, bukan persaingannya.

Khasiat pengobatan tradisional
Untuk mencegah kesalahpahaman yang bisa membahayakan jiwa penderita yang mungkin dapat ditolong dengan obat-obatan kimia, petugas kesehatan harus mempelajari sebanyak mungkin teori tradisional tentang penyakit yang dipercayai didaerah tempat dia bekerja. Petugas sebaiknya tidak mencoba meyakinkan penderita sakit bahwa teori mereka tentang penyakit salah dan pendapatnya sendiri benar. Ini hanya akan menyebabkan perasaan tidak enak dan mungkin mengecilkan hati mereka untuk meminta pelayanan seorang petugas kesehatan. Sebaiknya seorang petugas kesehatan ialah menerangkan jenis penyakit dan pengobatannya dengan cara dan bahasa yang dimengerti oleh si penderita.

Keamananan obat-obatan tradisional
Pengobatan tradisional lebih aman daripada obat-obatan kimia karena obat tradisional tidak begitu keras. Pakailah obat-obatan yang keras (misalnya obat yang dibeli di apotik) hanya untuk penyakit-penyakit yang parah saja. Penyakit yang ringan tidak memerlukan obat yang keras. Cara pengobatan yang lebih keras juga mengandung bahaya yang lebih besar, jangan sampai suatu cara pengobatan/ obat lebih berbahaya dari pada sakitnya. Umumnya, pengobatan yang tepat dan paling murah adalah yang paling baik. Sering terjadi bahwa obat tradisional yang manjur dipakai juga oleh ilmu kedokteran modern. Seperti Kina, obat anti malaria adalah obat tradisional, obat ini berasal dari kulit kayu pohon yang aslinya berasal dari Amerika Selatan. Orang-orang Barat mempelajari cara penggunaanya dari penduduk asli (orang Indian). Orang-orang ini memakai obat tersebut selama berabad-abad untuk mengobati malaria.

Keterbatasan pengobatan tradisional
Banyak penyakit yang parah tidak dapat disembuhkan dengan obat tradisional, untuk penyakit yang berbahaya seperti TBC, tetanus, radang paru-paru, tifus, radang usus buntu, muntaber, radang selaput otak (meningitis), demam berdarah, penyakit anjing gila, malaria dll jangan buang waktu dengan mencoba mengobatinya dengan pengobatan tradisonal, sebaiknya langsung dibawa ke dokter karena penyakit-penyakit tersebut, waktu sangatlah penting, hingga waktu bisa menentukan hidup atau matinya pasien. Gunakanlah obat-obatan tradisional bila Anda yakin itu aman dan tau cara menggunakannya. Obat tradisional yang terbuat dari daging/ binatang yang busuk ataupun kotoran manusia/binatang, sangat berbahaya karena bisa menyebabkan infeksi/tetanus.

Pengertian dan kehati-hatian
Sebelum memberikan obat kepada pasien, pastikan 3 hal : jenis obat manakah yang seharusnya diberikan? Untuk penyakit apakah obat itu? Berapa lamakah penderita harus menelan obat itu? Tujuan Petugas kesehatan bukan sekedar memberikan obat-obatan tapi juga meningkatkan pengertian dan kehati-hatian pasien dalam penggunaan obat tersebut.

Keadaan sosial budaya ilmu pengetahuan
Penggunaan susu  bubuk adalah contoh klasik dari kesalahan klasik untuk diingat, susu bubuk dikembangkan di negara Barat untuk Ibu-ibu yang tidak menghasilkan air susu yang cukup banyak untuk bayi mereka. Susu bubuk menjadi sangat populer dan selama kira-kira 20 tahun banyak Ibu-ibu di Barat yang memberi makan bayi mereka dengan susu dalam botol bukan menyusui sendiri. Sekarang praktek ini tidak dilakukan oleh para Ibu di Barat karena penelitian menunjukan bahwa menyusui sendiri lebih baik bagi para bayi. Air susu Ibu melindungi bayi dari mencret, infeksi dan alergi. Susu bubuk menyebar ke negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. 

Ibu-ibu senang memberikannya kepada para bayi karena mereka mempercayai iklan-iklan susu bubuk. Celakanya tanpa mengerti bagaimana cara menggunakan susu bubuk dengan benar, mereka tidak selalu melarutkan susu bubuk dengan air matang, mereka menggunakan botol yang tidak disterilkan (dibebas hamakan). Ini berarti mereka memberi makan kepada bayi mereka dengan kuman penyakit yang terdapat dalam botol susu. Kuman penyakit ini sering menyebabkan penyakit mencret, yang bahaya sekali bagi anak. Terkadang mereka tidak punya cukup uang untuk memakai susu bubuk sesuai dengan yang tertera dalam petunjuk pemakaiannya, maka mereka memberi lebih banyak air. Hal ini berarti bahwa para bayi mereka kurang makan. Para bayi kurang makan memiliki pertahanan tubuh yang rendah terhadap sakit mencret, maka banyak bayi di seluruh dunia yang meninggal karena mencret.

Pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban mengenai beberapa pertanyaan umum
1.      Benarkah bahwa menggunakan garam beryodium bisa mencegah penyakit gondok?
Ya, garam beryodium mengandung yodium, bahan kimia yang dalam jumlah kecil sangat diperlukan bagi kesehatan manusia. penyakit gondok yaitu pembengkakan pada kelenjar gondok dileher biasanya gejala kurang yodium dalam makanan sehari-hari

2.      Benarkah suntikan bisa membawa pengaruh sampingan yang berbahaya?
Ya, terkadang benar, bahaya terbesar bahwa jarum suntik itu mungkin tidak sepenuhnya steril, jika jarum tidak steril bisa menyebabkan infeksi dan sakit kuning (radang hati/hepatitis). Jangan meminta suntikan yang tidak perlu

3.      Benarkah bahwa obat yang paling keras / pengobatan yang paling hebat adalah yang paling baik?
Tidak, ini tidak benar, obat yang keras dan pengobatan yang hebat sering berbahaya, pengobatan yang tepat dan paling aman adalah yang paling baik. Gunakan obat yang keras untuk penyakit yang parah. Belajarlah mempertimbangkan antara bahaya obat dengan bahay penyakit itu sendiri.

4.      Benarkah bahwa obat paling mahal adalah yang paling baik?
Tidak, ini tidak benar. Umumnya obat yang tepat dan murahlah yang paling baik, gunakan obat yang modern untuk penyakit parah yaitu pada waktu yang diperlukan

5.      Benarkah bahwa jika orang menderita demam sangat tinggi, badannya harus didinginkan?
Ya, jika demamnya mencapai 40 derajat celcius pasien harus dikipasi dan ditutup dengan kain yang dibasahi air dingin

6.      Benarkah bahwa selalu lebih baik mencoba obat tradisional terlebih dahulu sebelum pergi ke dokter?
Tidak, untuk penyakit yang parah sekali yaitu bila nyawa penderita mungkin dalam bahaya segere ke dokter
7.      Apakah merebus air minum sampai mendidih selama 20 menit itu benar-benar perlu?

Ya, untuk mematikan kuman-kuman penyakit yang menyebabkan beberapa penyakit yang sangat parah, diperlukan perebusan samapi mendidih selama 20 menit. Kuman penyakit yang bisa dimatikan yaitu kuman yang menyebabkan sakit kuning

Makanan serat lebih baik dari pada makanan yang jarang mengandung serat yang berakibat menderita wasir, sembelit, kanker usus.

PENYAKIT-PENYAKIT YANG SERING MEMBINGUNGKAN
Sebab-sebab penyakit
Biasanya penyakit disebabkan oleh berbagai sebab, untuk mencegah dan mengobati penyakit agar berhasil, Anda harus memiliki pengetahuan yang luas, mengenai penyakit yang umum ditemukan dan berbagai penyebabnya.

Macam penyakit dan penyebabnya
Untuk memudahkan pencegahan dan pengobatan suatu penyakit, maka diklasifikasikan menjadi 2 : penyakit infeksi dan bukan infeksi.

Penyakit infeksi : penyakit yang disebabkan masuknya bibit penyakit. Penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain. Orang sehat harus dihindarkan dari orang-orang yang menderita penyakit dari golongan ini.
Penyakit bukan infeksi : tidak menular, sebabnya bukan karena bibit penyakit. Antibiotika tidak ampuh untuk penyakit bukan infeksi

Contoh penyakit bukan infeksi
Gangguan yang ditimbulkan oleh suatu kerusakan / kesalahan dalam tubuh :
Gangguan yang ditimbulkan oleh sesuatu dari luar tubuh yang membahayakan / menganggu:
Gangguan yang disebabkan oleh kurangnya sesuatu zat yang diperlukan tubuh :
Rematik
Alergi
Kurang gizi
Serangan jantung
Asma
Kurang vit B2 (pellagra)
Penyakit ayan (epilepsi)
Racun
Kurang darah (anemia)
Penyakit pembuluh darah otak (pendarahan otak/stroke)
Gigitan ular
Gondok
Kekeruhan lensa
Batuk karena rokok
Pengerasan hati – cirrhosis hati
kanker
Borok lambung


alkoholis

Gangguan yang terjadi sejak lahir
Gangguan yang dimulai didalam pikiran (penyakit mental)
Bibir sumbing
Ketakutan akan sesuatu yang dianggapnya berbahaya padahal tidak (paranoid)
Mata juling
Kecemasan (anxietas)
Cacat lainnya
Kepercayaan akan kutukan (ilmu sihir)
Epilepsi (ada beberapa jenis)
Ketakutan yang tidak terkendalikan
Anak-anak yang terbelakang

Cacat lahir






Penyakit-penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri dan jasad hidup (organisme) lain yang membahayakan tubuh, kuman ini menyebar dengan berbagai cara.

Contoh penyakit infeksi
Jasad hidup (organisma) penyebab penyakit
Nama penyakit
Cara penularan / cara memasuki tubuh
Pengobatan yang utama
Bakteri (jasad renik/ kuman)
TBC (tuberkulosia)
Melalui udara (batuk)

Tetanus
Luka yang kotor

Beberapa penyakit mencret
Lalat, air dan jari tangan yang kotor

Radang paru-paru/ pneumonia (ada beberapa jenis)
Lewat udara (batuk)

Gonorrhea & sifilis
Hubungan kelamin

Luka yang kena infeksi
Kena barang yang kotor

Sakit telinga
Dengan selesma (masuk angin, pilek)

Borok yang bernanah
Melalui sentuhan

Virus (kuman yang lebih kecil dari pada bakteri)
Selesma, influenza, campak, gondok, cacar air, polio (kelumpuhan kanak-kanak), mencret karena virus
Dari seseorang yang sakit, lewat udara melalui batuk, lalat dll
Tidak ada obat yang dapat melawan virus secara berhasil
Penyakit rabies
Gigitan binatang
Antibiotika tidak ampuh
Kutil (verrucae)
sentuhan

jamur
Kurap (ringworn), kutu air (athlete’s foot) gatal di lipat paha (jock itch)
Melalui sentuhan/ dari pakaian
Belerang dan salep yang mengandung larutan cuka, asam undecylenat
Parasit internal (hewan berbahaya yang hidup didalam tubuh)
Didalam usus : cacing amuba (disentri)
Dari kotoran ke mulut, kurangnya kebersihan
Bermacam-macam obat khusus
Di dalam darah : malaria
Gigitan nyamuk
choroquine
Parasit eksternal (hewan berbahaya yang hidup pada permukaan tubuh)
Kutu rambut, kutu hewan, kutu busuk kudis (skabies)
Penularan dari orang-orang yang terinfeksi / dari pakaiannya
Insektisida, lindane

Antibiotika tidak berguna untuk penyakit yang disebabkan oleh virus seperti selesma(masuk angin), influenza, gondok, cacar air, dll. Jangan mengobati infeksi kejangkitan virus dengan antibiotika karena tidak akan menolong bahkan mungkin berbahaya. Hindari kesalahpahaman, perhatikan tanda dan riwayat perjalanan pernyakit pada penderita, jangan berpegang pada nama yang disebutkan oleh penderita.

CARA-CARA MERAWAT ORANG SAKIT
Penyakit membuat tubuh menjadi lemah. Agar dapat segera pulih kembali, diperlukan perawatan khusus. Perawatan merupakan bagian terpenting dalam pengobatan. Seringkali obat tidak diperlukan tapi perawatan yang baik selalu hal terpenting.

Perawatan orang sakit
1.      Kenyamanan bagi pasien
2.      Cairan
3.      Kebersihan perorangan
4.      Makanan yang baik

Perawatan khusus untuk orang sakit berat
1.      Cairan
2.      Makanan
3.      Kebersihan dan posisi tidur
4.      Mengamati perubahan yang terjadi pada pasien

Tanda-tanda penyakit yang berbahaya
Sebelum dokter tiba, ikutilah petunjuk dibawah ini :
1.      Kehilangan darah dalam jumlah yang banyak dari suatu bagian tubuh : cara mengatasi perdarahan akibat luka : letakkan bagian yang terluka lebih tinggi dari badan, gunakan sepotong kain bersih untuk menekan langsung pada luka, jika tidak ada kain, tekanlah dengan tangan anda. Lakukan terus sampai darah berhenti. Mungkin memerlukan waktu 15 menit terkadang 1jam/lebih. Jika dengan cara penekanan perdarahan belum juga berhenti, lakukanlah : tetap menekan luka, jagalah agar bagian yang terluka berada setinggi mungkin, jika lukanya terjadi pada tungkai/lengan, ikatlah tungkai/lengan sedekat mungkin dengan lukanya – antara luka dan badan, ikatan dikencangkan agar dapat mengatasi perdarahan, untuk mengikatnya gunakan kain yang dilipat-liipat/ ikat pinggang yang lebar, jangan memakai kawat, tali/tambang yang tipis. PERHATIAN: anggota  gerak diikat hanya bila perdarahannya hebat dan tidak dapat dikendalikan dengan penekanan langsung pada luka, longgarkan sebentar ikatannya tiap setengah jam untuk mengetahui apakah ikatan ini masih diperlukan dan untuk membiarkan darah mengalir, ikatan yang dibiarkan terlalu lama sangat berbahaya karena dapat merusak lengan / tungkai sehingga lengan/tungkai tersebut terpaksa harus dipotong, jika perdarahan / lukanya parah, letakkan kedua kaki lebih tinggi dari pada kepalanya (hal ini untuk mencegah shock)
2.      Penderita tidak dapat disadarkan (koma): penyebab hilangnya kesaradan (pingsan) : mabuk, pukulan pada kepala shock, jatuh pingsan akibat lemah, takut dll, stroke (cva= penyakit pembuluh darah otak). Bila seseorang tidak sadarkan diri dan Anda tidak mengetahui penyebabnya, lakukan segera pemeriksaan ini : (1) apakah pernapasannya baik? Jika tidak, dongakkan kepalanya kebelakang dan tarik rahang dan lidahnya keluar, jika ada sesuatu yang menyumbat di dalam tenggorokannya, keluarkanlah, jika penderita tidak bernafas, segera lakukan pernafasan buatan, (2) apakah orang itu kehilangan banyak darah? Jika ya, hentikan pendarahannya, (3) apakah orang itu berada dalam keadaan shock? (kulit pucat, lembab, nadi cepat, dan lemah?) jika ya, baringkan dia dengan kaki lebih tinggi dari pada kepala, dan longgarkan bajunya, (4) mungkinkah keadaan ini disebabkan oleh pingsan karena kepanasan (heat stroke)

PENYEMBUHAN TANPA OBAT
Beberapa penyakit tidak memerlukan obat-obatan karena tubuh kita memiliki pertahanan sendiri/ cara untuk bertahan dan melawan penyakit. Biasanya, pertahanan alamiah ini jauh lebih penting bagi kesehatan dari pada obat-obatan.

Beberapa penyakit akan sembuh sendiri –termasuk selesma & influenza- oleh pertahanan tubuh mereka sendiri, tanpa memerlukan obat-obatan.

Untuk membantu tubuh dalam memerangi/ mengatasi suatu penyakit, seringkali yang diperlukan : menjaga kebersihan diri, banyak istirahat, makan dengan baik. Banyak penyakit dapat dicegah/ disembuhkan tanpa obat-obatan, jikalau manusia mau mempelajari bagaimana cara menggunakan air dengan benar, hal ini sudah lebih manjur/ampuh untuk mencegah dan mengatasi penyakit dari pada semua obat-obatan yang sekarang mereka pakai dan disalah gunakan. Hidung tersumbat (menghirup air garam), gunakan obat hanya jika benar-benar diperlukan

PENGGUNAAN OBAT-OBATAN YANG BENAR & SALAH
Setiap obat selalu memiliki bahaya, ada seorang bayi meninggal setelah Ibunya memberinya obat berbahaya yaitu chloramhenicol untuk menyembuhkan demam, jangan sekali-kali memakai obat-obatan yang berbahaya untuk menyembuhkan penyakit yang ringan

petunjuk menggunakan obat :
1.      gunakan obat hanya jika diperlukan
2.      pelajari cara penggunaan yang benar dan perhatikan peringatan untuk setiap obat yang Anda pakai
3.      pakailah takaran yang benar
4.      jika obat tersebut tidak dapat menyembuhkan/menimbulkan gangguan lainnya, hentikan penggunaannya
5.      jika ragu-ragu mintalah nasehat petugas kesehatan

catatan : kadang-kadang terdapat sebagian petugas kesehatan, para medis dan dokter memberikan obat-obatan tidak sangat diperlukan, seringkali karena mereka mengira penderita mengharapkan obat suntik dan tidak akan puas sebelum mendapatkannya. Beritahukan dokter Anda dan petugas kesehatan, bahwa Anda hanya menginginkan obat suntik/ tablet jika obat-obatan tersebut memang benar-benar diperlukan. Perbuatan ini akan lebih aman bagi kesehatan Anda dan lebih hemat.

Kesalahan menggunakan obat yang sangat membahayakan.
Berikut ini adalah daftar kesalahan-kesalahan yang berbahaya dan yang sering dilakukan orang dalam penggunaan obat-obatan modern. Penggunaan yang tidak tepat dari obat-obatan berikut ini menyebabkan banyak kematian.
1.      Chloramphenicol (cholomycetin) : obat ini sering dipakai untuk penyakit mencret biasa, sangat berbahaya menggunakan obat ini untuk penyakit-penyakit ringan lainnya, karena terlalu terlalu berbahaya. Gunakanlah obat ini untuk penyakit yang sangat parah seperti tifus perut, jangan memberikan obat ini kepada bayi yang baru dilahirkan
2.      Oxytocin (pitoxin) : pemberian obat ini hanya untuk menghentikan perdarahan setelah anak dilahirkan. Jangan menggunakan obat selama masa persalinan apalagi untuk mempercepat persalinan/memberi kekuatan bagi Ibu
3.      Penyuntikan obat, mitos bahwa suntikan lebih manjur dari pada obat minum adalah tidak benar, seringkali obat-obatan yang diminum bekerja sama baiknya/bahkan lebih baik dari pada obat suntik. Juga, sebagian besar obat lebih berbahaya jika disuntikan dari pada jika diminum. Penggunaan obat suntik harus sangat dibatasi dan hanya boleh dilakukan petugas medis dibawah pengawasan dokter.
4.      Penicillin : hanya berguna untuk jenis-jenis infeksi tertentu, penggunaannya untuk keadaan terkilir, memar/ untuk semua rasa sakit/panas = kesalahan yang besar. Penicillin berbahaya untuk sebagian orang
5.      Suntikan penicillin (terdapat bermacam-macam nama dagang) : obat-obatan ini sering digunakan terlalu berlebihan dan seringkali untuk hal-hal yang salah. Obat-obatan ini tidak boleh untuk menyembuhkan salesma (masuk angin) karena 3 alasan : (1)campuran obat ini tidak berguna untuk salesma dan flu, (2)campuran obat ini dapat menyebabkan gangguan yang parah, kadang-kadang menimbulkan tuli/kematian, (3)penggunaannya yang berlebihan akan mempersulit pengobatan TBC/tuberkulosis/penyakit parah lainnya
6.      Vitamin B12 dan sari/ekstrak hati : obat ini tidak akan menyembuhkan kekurangan darah (anemia)/’kelemahan’ kecuali dalam hal-hal tertentu yang jarang dijumpai
7.      Vitamin-vitamin lainnya : jangan menyuntikkan vitamin, suntikan selalu lebih berbahaya, lebih mahal dan biasanya lebih tidak lebih manjur dari pada pil. Sungguh disayangkan bahwa banyak orang membuang-buang uangnya untuk memberli sirup, tonikum dan dll yang mengandung vitamin, banyak obat tersebut kurang mengandung vitamin yang terpenting. Makanan pelindung dan pembentuk jaringan tubuh seperti telur, daging, buah-buahan, sayuran dan semua jenis kacang-kacangan kaya akan vitamin dan unsur gizi lainnya. Pemberian makanan yang baik kepada seseorang yang kurus dan lemah biasanya akan memberikan faedah yang jauh lebih besar dari pada memberikan tambahan tablet/suntikan vitamin dan mineral kepadanya. Seseorang yang makan dengan baik tidak membutuhkan tambahan vitamin.
8.      Kalsium : menyuntikkan kalsium kedalam pembuluh darah balik (vena) adalah perbuatan yang sangat berbahaya. Suntikan ini dapat menimbulkan kematian dengan cepat jika tidak dilakukan secara perlahan-lahan sekali. Penyuntikan kalsium kedalam otot-otot pantat kadang-kadang menyebabkan infeksi/kantong nanah (abses) yang sangat parah
9.      ‘makanan’ melalui pembuluh darah balik (larutan infus) : larutan infus tidak lebih dari pada air yang murni dengan sejumlah gula/garam didalamnya, larutan ini memberikan energi yang lebih sedikit dibandingkan energi yang terdapat pada sepotong gula-gula besar dan larutan ini akan mengencerkan darah bukan memperkayanya. Jika seseorang tidak terlatih dengan baik untuk memasukkan cairan infus kedalam pembuluh darah balik, maka akan ada kemungkinan bahaya infeksi melalui darah. Keadaan ini dapat menimbulkan kematian penderita

kapan obat tidak boleh diminum?
Ada beberapa keadaan dimana tanpa diragukan lagi, sebaiknya tidak meminum obat tertentu :
1.      wanita hamil/wanita yang menyusui harus menghindarkan semua obat yang tidak mutlak diperlukan
2.      pada bayi yang baru lahir jangan memberikan obat terlalu banyak
3.      seseorang yang pernah menderita salah satu jenis reaksi alergi = bilur-bilur (biduren), gatal dll
4.      orang-orang yang menderita borok lambung/sakit ulu hati (heartbum) harus menghindarkan obat-obatan yang mengandung aspirin
5.      beberapa obat tertentu dapat membahayakan jika Anda menderita suatu penyakit tertentu, misalnya, orang-orang yang menderita radang hati tidak boleh diobati dengan antibiotika/obat-obatan keras lainnya karena hati mereka mengalami kerusakan obat-obatan tersebut akan menambah kerusakannya
6.      jangan sekali-kali memberikan sulfa kepada orang yang menderita dehidrasi

ANTIBIOTIKA & CARA MENGGUNAKANNYA
Bermacam-macam antibiotika bekerja dengan cara yang berlainan terhadap suatu infeksi khusus. Semua antibiotika memiliki bahaya dalam penggunaannya tetapi sebagian lebih berbahaya dari pada yang lain, oleh karena itu kita harus sangat berhati-hati dalam memilih dan menggunakan antibiotik.

pedoman penggunaan antibiotik bagi para medis :
1.      jika Anda bukan dokter dan tidak mengetahui dengan pasti bagaimana cara menggunakan antibiotika dan infeksi apakah yang dapat disembuhkannya jangan menggunakan antibiotika tersebut
2.      gunakan hanya antibiotika yang dianjurkan untuk infeksi yang ingin Anda atasi
3.      anda perlu mengetahui kemungkinan bahaya/ akibat antibiotika dan memperhatikan semua peringatan yang disebutkan
4.      gunakan antibiotika hanya dengan takaran yang dianjurkan, takaran tergantung kepada penyakitnya, usia/berat badan orang sakit
5.      jika antibiotika menyebabkan ruam pada kulit, gatal-gatal, sukar bernafas/reaksi-reaksi lain yang parah maka penderita harus menghentikan penggunaan antibiotika tersebut dan jangan menggunakannya lagi
6.      gunakan antibiotika hanya kalau benar-benar diperlukan apabila antibiotika digunakan terlalu sering, maka obat ini akan berkurang mujarabnya dibanding semula
7.      perlu diingatkan, UU melarang penggunaan bebas obat antibiotika tanpa resep dokter

Yang harus dilakukan bila antibiotika tidak menolong :
biasanya untuk infeksi pada umumnya, antibiotika mulai memperlihatkan khasiatnya dalam waktu satu/2 hari. Jika antibiotika yang Anda gunakan tidak memperlihatkan kesembuhan, mungkin :
1.      penyakitnya bukan seperti yang Anda pikirkan, mungkin Anda menggunakan obat yang salah. Cobalah untuk mengetahui lebih pasti penyakit penyakit apakah yang diderita dan gunakan obat yang tepat
2.      takaran antibiotikanya tidak benar, periksalah kembali petunjuknya
3.      bakterinya telah kebal terhadap antibiotika yang Anda gunakan (bakteri tersebut tidak lagi dibunuh oleh antibiotika ini), cobalah antibiotika lain yang dianjurkan untuk penyakit itu.
4.      Mungkin pengetahuan Anda kurang dalam cara menyembuhkan penyakit tersebut, mintalah pertolongan dokter jika penderita menjadi parah/semakin memburuk

Pengunaan semua obat harus dibatasi, kebenaran ini berlaku terutama untuk antiobiotika, karena;
1.      Reaksi dan efek peracunan : antibiotika tidak hanya membunuh bakteri, tetapi juga berbahaya bagi tubuh, baik karena efek peracunannya maupun karena kemungkinan reaksi alergi yang ditimbulkannya. Banyak orang meninggal dunia setiap tahunnya karena mereka menggunakan antibiotika yang tidak diperlukan
2.      Mengganggu keseimbangan alami : tidak semua bakteri didalam tubuh membahayakan, sebagian diantaranya diperlukan oleh tubuh agar dapat berfungsi secara wajar. Antibiotika sering mematikan bakteri yang berguna bagi tubuh bersama-sama dengan bakteri yang berbahaya. Bayi yang mendapat antibiotika kerapkali mengalami infeksi jamur pada mulutnya (thrush) dan kulitnya (moniliasis) keadaan ini disebabkan bakteri yang membantu mengendalikan pertumbuhan jamur terbunuh oleh antibiotika. Dengan alasan yang sama, orang-orang yang selama beberapa hari minum ampicillin/ antibiotika berspektrum luas dimana dapat melawan bermacam-macam bakteri lainnya sekaligus dapat mengakibatkan mencret. Antibiotika tersebut membunuh beberapa jenis bakteri yang diperlukan untuk pencernaan dan mengganggu keseimbangan alami bakteri didalam usus
3.      Kekebalan terhadap pengobatan : dalam jangka panjang, alasan yang paling penting mengapa penggunaan antibiotika harus dibatasi karena khasiatnya akan berkurang jika antibiotika digunakan terlalu sering. Jika bakteri diserang berkali-kali dengan antibiotika yang sama, maka bakteri tersebut menjadi lebih kuat dan tidak lagi dapat terbunuh oleh antibiotika ini. Bakteri itu menjadi kebal terhadap antibiotika tersebut. Berdasarkan alasan ini, penyakit tertentu yang berbahaya seperti tifus perut menjadi lebih sukar diobati dari pada beberapa tahun yang lampau. Dibeberapa tempat, tifus perut menjadi kebal terhadap chloramphenicol yaitu obat yang biasanya paling manjur untuk mengatasi infeksi tersebut. Chloramphenicol telah digunakan secara sangat berlebihan untuk mengobati infeksi yang ringan yaitu infeksi yang sama sekali tidak memerlukan perngobatan dengan antibiotika. Jangan menggunakan antibiotika untuk infeksi yang dapat diatasi oleh tubuh sendiri. Simpanlah antibiotika untuk saat-saat yang diperlukan

Kapan suntikan boleh digunakan dan tidak?
·         Tindakan menyuntikkan obat lebih berbahaya dari pada memberikannya melalui mulut
·         Suntikan hanya boleh diberikan jika benar-benar diperlukan, suntikan hanya boleh diberikan oleh petugas medis/orang-orang yang terlatih dalam pelaksanaannya dan dibawah pengawasan dokter
·         Keadaan dimana obat harus disuntikkan :
1.      Jika obat yang dianjurkan tidak tersedia dalam bentuk yang dapat diberikan melalui mulut
2.      Jika penderita sering mengalami muntah, tidak dapat menelan/berada dalam keadaan tidak sadar
3.      Pada keadaan darurat tertentu dan pada kasus-kasus yang istimewa

BAHAYA PENYUNTIKAN DAN TINDAKAN PENCEGAHANNYA :
Bahaya penyuntikan obat :
1.      Infeksi yang disebabkan oleh kuman yang masuk bersama dengan jarum suntuk
2.      Reaksi alergi/keracunan yang disebabkan oleh obatnya
Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kelumpuhan karena polio, anak yang sedang demam/mengalami tanda-tanda flu tidak diberi suntikan vaksinasi (imunisasi)/suntikan obat lain karena akan menyebabkan iritasi karena suntikan bisa menyebabkan kelumpuhan permanen dari polio. Menurut beberapa ahli, setiap tahun terjadi ribuan kelumpuhan yang disebabkan oleh suntikan, sebagian besar dari suntikan ini sebenarnya tidak diperlukan

KEADAAN DARURAT YANG DISEBABKAN OLEH UDARA PANAS :
1.      Kram karena panas : dalam udara yang panas, orang yang bekerja keras dan banyak berkeringat kadang-kadang dapat menderita kram (kejang) dengan sakit pada kedua tungkai, lengan/perut. Kram terjadi karena tubuh kekurangan garam. Pengobatan : masukan satu sendok teh garam ke dalam 1 liter air matang & minumkanlah
2.      Kelelahan karena panas : orang yang bekerja dan mengeluarkan banyak keringat dalam udara yang panas dapat menjadi sangat pucat, lemah dan mungkin merasa akan pingsan, kulitnya dingin dan lembab, nadi cepat dan lemah. Pengobatannya : baringkan orang tersebut ditempat yang sejuk, angkat kedua kakinya dan urutlah tangkainya. Beri minum air yang dicampur garam (1 sendok teh garam dalam 1 liter air). Jangan berikan apa-apa lewat mulut selama penderita tidak sadar.

APA YANG HARUS DIMAKAN AGAR TETAP SEHAT
gizi meliputi pengertian yang luas, tidak hanya mengenai jenis-jenis pangan dan gunanya bagi badan melainkan juga mengenai cara-cara memperoleh serta mengolah dan mempertimbangkan agar kita tetap sehat. Dengan gizi yang baik, manusia menjadi sehat dan cerdas, manusia yang sehat dan cerdas dapat memiliki daya kerja yang baik, daya kerja baik meningkatkan taraf hidup masyarakat dan ini merupakan tanda rakyat sejahtera. Keadaan gizi disetiap orang didalam masyarakat kita mencerminkan kesejahteraan.

MAKANAN YANG DIPERLUKAN TUBUH AGAR TETAP SEHAT :
Agar tubuh tetap sehat dan kuat, kita memerlukan keseimbangan berbagai makanan bergizi setiap harinya. Setiap kali makan, kita harus makan satu jenis makanan dari masing-masing kelompok makanan :
1.      kelompok protein/ zat putih telur (makanan pembentuk jaringan tubuh) : protein dibutuhkan untuk pertumbuhan yang sempurna, untuk pembentukan jaringan otot, otak dan bagian tubuh lainnya. Untuk tumbuh dan menjadi kuat, setiap orang harus makan cukup protein setiap hari. Makanan yang kaya akan protein : telur, ayam, daging, susu, keju, kacang kedelai, makanan yang berasal dari laut. Makanan yang cukup mengandung protein : kacang polong, buncis, kacang tanah, sayuran berwarna hijau tua, biji-bijian seperti gandum, padi-padian dan kacang-kacang lain
2.      kelompok gula dan tepung (makanan pemberi tenaga) : tepung dan gula merupakan makanan yang memberi tenaga, makanan ini dapat disamakan dengan kayu untuk pembakaran. Semakin keras seseorang bekerja, semakin banyak ia membutuhkan tepung dan gula. Tapi jika kita hanya makan kelompok makanan ini saja tanpa protein, akan membuat tubuh kita lemah. Tepung : jagung, biji-bijian (gandum,beras,padi-padian lain), mie, makaroni dll, kentang, ubi rambat, ketela pohon, talas. Gula : gula, madu, tebu, buah-buahan yang manis, pisang masak yang manis, susu
3.      kelompok lemak dan minyak (makanan cadangan tenaga) : lemak merupakan bentuk cadangan tenaga yang disimpan. Tubuh kita akan mengubah lemak menjadi gula jika diperlukan tenaga lebih banyak. Makanan yang kaya akan lemak : minyak goreng nabati, minyak selada, lemak sapi, mentega, margarin. Makanan yang cukup mengandung lemak : kacang tanah, wijen, kedelai, kelapa, susu, kacang-kacangan, alpokat
4.      kelompok vitamin dan mineral (makanan pelindung) : vitamin merupakan makanan pelindung, vitamin membantu tubuh agar dapat bekerja dengan sempurna. Kita akan sakit jika kekurangan vitamin. Mineral berguna untuk membantu gigi geligi, tulang belulang dan darah. Makanan yang kaya akan vitamin dan mineral : daging dan hati (vit A dan B), ayam (Vit A dan B), telur (vit A dan B), ikan (minyak ikan banyak mengandung vit A), keju (vit A dan D), sayuran (terutama yang berwarna hijau gelap dan kuning kemerah-merahan (vit C dan zat besi), buah-buahan (vit C), semua jenis biji-bijian (vit B), ganggang laut (mengandung yodium)

Referensi
1.      Diagnosis and Management Neonatal Pneumonia, Frank Shann, ARI News, issiu 11, August 1988
2.      Indonesian Medical Traditions: Bringing Together the Old and the New, Mitchell dll,  Monas University, 1982
3.      Asian Medical Systems: A Comparative Study, Charles Leslie. Berkeley: University of California Press, 1976
4.      Dll :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar